Coklat Panas, Senja dan Hujan :)

Senja baru saja bercerita tentang Ilalang di musim kemarau. Ilalang yang meranggas ditebas mimpi hujan yang tak kunjung datang.
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

Hari Dua Belas

dua belas hari, atau sebelas? atau tiga belas?
diam-diam kau mengetuk, kubukakan, sengaja menyuruh masuk
aku mengabaikan tentang "bagaimana nanti?"

bagaimana nanti aku
bagaimana nanti kau
bagaimana nanti kalau--

abaikan, berpura-puralah tak ada lagi tentang "bagaimana nanti"-itu
kita masih mengharap pertemuan,
dan perpisahan (yang jauh hari sudah kurencanakan)-maaf

tak ada kau
tak ada aku
yang tersisa hanya kalau
(Kalau kukenal kau sebelum kenal puisi
Semua puisi kutulis kau)*


*Kalau, Puisi Karya Gita Romadhona

Sudah Lewat Senja



Woa. Entah apa yang saya lewatkan. Tiba-tiba saja Maret sudah lewat setengah. Hari-hari saya tertumpuk dalam deadline di antara mata kuliah yang bejibun. Entah dengan cara bagaimana, Februari diam-diam permisi. Sementara, tanpa saya sengaja, Maret pun kehadirannya tak terindahkan. Kini, setengah darinya tak termaknai.


Woah. Mungkin naif. Jika saya ingin waktu membeku. Sebentar saja. Atau, mencoba memutarnya berjalan mundur. Mengembalikan hari-hari yang terselip di antara deadline dan tek tok keypad laptop. Naif, bukan?

Sementara saya tahu. Waktu--dengan segala takdirnya--tidak dihadirkan untuk menunggu. Ada gegas bersamanya. Ada ketergesaan yang menyertainya. Alasan apa pun, tak akan membuatnya kembali. Dia merebut orang-orang, dia merebut ruang pergi bersamanya. Mengubah mereka menjadi orang-orang asing. Dan, melabeli teman-teman saya dengan nama kedewasaan.

Tapi, lagi-lagi, dengan entah bagaimana, saya berharap semua orang tidak lekas dewasa. Dan, saya takut ditinggalkan. Karena saya, tidak pernah ingin jadi dewasa. Saya tidak mau terasing di dunia yang asing. Dewasa adalah negeri paling asing, yang sedapatnya akan saya jauhi.

And, now, saat Februari tak menyisa dan Maret sudah setengah. Saya tahu, saya sedang larut dalam ketergesaan itu. Pusaran waktu membawa saya ke ruang terasing. Ruang, tempat satu sama lain sibuk dengan urusan amsing-masing. Tidak ada jeda. Tidak ada hela. Sapa yang sesekali lewat dalam ruang itu hanya intermezo. Ruang bernama kedewasaan itu membuat kita tak lagi saling mengenal, bahkan dengan diri sendiri.

Naif, bukan? Tetapi, bukankah semua kita adalah naif? 

Aku Jatuh Cinta Kepadamu dengan Telak!


Aku..
Dengan ketidakpastianku.
Aku..
Dengan semua harapanku.
Semua menyatu dalam lekukan Kesakitan rasa, yang begitu dalam menginginimu.
Berikan aku jawaban, apapun itu.
Berikan aku pertanda, bagaimanapun itu.
Apa kau tau apa rasanya menunggu?
Apa kau tau apa rasanya tersiksa?
Apa kau tau bahwa mencintaimu itu sesuatu yang indah?
Apa kau tau bahwa merindukanmu itu sesuatu yang membuat gundah?
Sampai kapan..
kau akan diam tak bergeming,membiarkan aku merasakan ini sendiri?
Sampai kapan..
Kau sanggup melihat aku meronta melawan rasa kesepianku?
Kau..
Menghasilkan nada bahagia 
Kau..
Menelurkan lagu ceria
Kau..
Melahirkan irama cinta
Kau..
Kuinginkan pada akhirnya 

Tertanda,

Dia.

Titik Balik - Emka



Akulah orang asing di mata cinta.
Akulah ketidakpastian di setiap jawaban yang tertulis nyata.

Akulah ketakutan di tapal batas cinta yang mencium maut. 
Sebut saja itu aku.
Tak ada alamat pasti di nadiku yang berdetak menghitung rindu. 
Tak ada rumah, tempatku berpulang menyemayamkan setiap gelisah yang datang. 
Tak ada tujuan, tempat bahagia dan sedihku bermuara.  
Sampai akhirnya kau datang, tiba-tiba. 
Kamulah pengantinku di mata cinta. 
Kamulah kepastian di setiap jawaban yang kuiba. 
Kamulah keberanian di tapal batas cinta yang menciumi titik titik kerinduan. 
Sebut saja itu kau,
di mataku
di mata cinta. 

Aku..


3 Maret 2013

Aku duduk bersandar di tembok kamar yang sekarang ku tempati. Langit mendung dan hujan sedang menari-nari - bebas. Air mataku tumpah ruah seperti hujan yang datang di penghujung musim panas. Sedari dulu, ada satu hal yang membuatku iri terhadap hujan. Aku ingin seperti Petir. Dengan menjadi seperti petir, aku bisa berteriak keras. Andai.. dan sejauh ini masih tetap andai. Aku hanya berharap ketika petir ini keluar, petir hal tidak akan melukai orang-orang yang menyayangiku.

Jari-jemariku bergetar hebat, memegang ponsel yang sedari tadi belum berdering. Menunggu pesan balasan dari seseorang yang sangat ku hormati dan kucintai di seberang sana. Aku menunggu pesan singkat Ayahku. Mataku mulai memandang setiap sudut kamar ini. Putih - bersih, rapi, besar, ada kamar mandinya. Seharusnya aku nyaman berada di sini. Tapi tidak.. Aku sudah tidak merasa nyaman lagi. Aku.. hanya ingin pergi. Itu saja.

Seandainya pergi bisa dengan sangat mudah, alangkah bahagianya aku?
Aku juga ingin memiliki hidupku sendiri. Aku juga ingin seperti aku yang dulu. Aku yang mencintai hidupku.

Belakangan ini hidup terasa begitu berat (maaf Tuhan jika aku mulai mengeluh lagi). Entah karena jadwal kuliahku yang padat atau karena hal lain. Hanya saja, belakangan air mataku lebih sering keluar dari biasanya. Dan anehnya aku tidak berniat untuk menahan atau cepat-cepat menghapus setiap bulir air mata yang jatuh.

Untuk pertama kalinya dalam hidup, aku menghadapi masalah yang sungguh rumit. Sebenarnya masalah sepele, tapi ketika aku salah melangkah sedikit saja akan ada banyak pihak yang terlibat. Aku mengakui bahwa aku lebih senang jadwal kuliah semester ini. Aku jadi lebih sering berada di kampus daripada  di "Kost-an". :)

Bibirku terus merapal doa-doa. Berharap bahwa Ayahku di seberang sana mengabulkan permintaan anak sulungnya ini. Dan beberapa menit setelah air mataku reda ponselku bergetar. Cepat-cepat aku membuka - lalu menangis haru - bahagia.

"Sabar nak, kita tunggu waktu yang tepat. Pikirkan matang-matang. Setelah itu baru kita bicarakan ke keluarga yang lain masalah kepindahanmu. "

Untuk pertama kali juga dalam hidup, 
Ayah menyetujui keputusan besar dalam perjalanan 
hidup putri sulungnya.
Terima kasih Papah - Bapak - Ayah - dan 
segala perjuanganmu untukku,
selalu :).

The One

Saya merenungkan semua yang terjadi beberapa tahun terakhir ini. Dan berpikir, kenapa orang mengatakan bahwa setiap orang harus memiliki 'The one' agar bisa merasa sempurna. Saya terinspirasi dari blog populer milik Raditya Dika. Setelah membaca artikel tersebut otak saya berputar cepat. The One. Satu kata itu membuat saya berpikir seharian penuh.

Bagaimana seseorang tahu bahwa seseorang itu adalah The one?

Suatu ketika, saya bercerita kepada salah satu teman. Tentang masalah The one ini. Saya bertanya, ketika saya sudah tidak berhubungan lagi dengan seseorang, namun perasaan saya masih terus merengek-rengek untuk berkelut dengen sesuatu yang saya sendiri tidak tahu harus menyebutnya bagaimana. Ketika saya tahu dia sudah bersama orang lain, seperti ada rudal yang tiba-tiba menembus dada. Dia (teman saya) menjawab, "Buka saja hati kamu, lalu lihat sekeliling kamu".

Dan sekarang, saya sedang terjaga di lobi lantai 2 Paviliun Garuda. Saya mulai berpikir lagi. Saya rasa, ada yang menyentuh hati saya. Laki-laki ini masuk ke dalam kehidupan saya dengan cara yang tidak terduga. Laki-laki ini seolah merobohkan semua pandangan saya. Membuat saya kembali tidak bisa tidur, dan terus menatapnya sampai tatapan kami bertemu lalu sengaja di kunci oleh alam.

Cosmological Coincidence.
Saya pikir alam sengaja mempertemukan kami. Pertemuan kami hanya sebatas pandangan, dan pembicaraan tentang kondisi eyang saya saat itu. Iya, saya tertarik kepada seorang perawat! Lucunya, semua keluarga besar saya mendukung saya, bahkan eyang saya memberikan persetujuan. Aku tertawa keras saat mengingat saat-saat membahagiakan seperti ini.

Halte BRT..
Hari ini saya pulang ke rumah. Eyang juga sudah pulang.
Saya menangis, sangat dalam. Bagaimana bisa laki-laki yang baru saya kenal membuat saya menangis. Saya tahu, di sini air mata saya sia-sia. Yang dibutuhkan adalah kedewasaan. Segalanya memang terasa manis walaupun teramat asing.

Jaga senyum kamu.. Putra. Senyum itulah yang menyadarkan saya bahwa kamu ada. Kamu ada di mata, pikiran, dan hati saya. Sepenuhnya :)
Terima kasih.

7 Fakta tentang Burung Garuda


1. Garuda (Sanskerta: Garuḍa dan Bahasa Pāli Garula) adalah salah satu dewa dalam agama Hindu dan Buddha. Ia merupakan wahana Dewa Wisnu, salah satu Trimurti atau manifestasi bentuk Tuhan dalam agama Hindu. Garuda digambarkan bertubuh emas, berwajah putih, bersayap merah. Paruh dan sayapnya mirip elang, tetapi tubuhnya seperti manusia. Ukurannya besar sehingga dapat menghalangi matahari.

2. Indonesia dan Thailand menggunakan Garuda sebagai lambang negara.




3. Garuda adalah seekor burung mitologis, setengah manusia setengah burung, wahana Wisnu. Ia adalah raja burung-burung dan merupakan keturunan Kaśyapa dan Winatā, salah seorang putri Dakṣa.

4. Garuda itu adalah Elang Jawa, burung elang yang bernama latin Spizaetus Bartelzi. Elang Jawa memang amat identik dengan Garuda karena memiliki jambul dikepalanya, sehingga gambaran Garuda amat dekat dengannya. 

 


5. Merencanakan, merancang dan merumuskan gambar lambang negara.Dia lah Sultan Hamid II yang berasal dari Pontianak.



6. Menurut wikipedia, hewan yang bernama Burung Garuda hanyalah sebuah mitos belaka yang diangkat dari cerita Hindu dan Budha.

7. Sedangkan Rajawali yang juga di identikan dengan Burung Garuda ternyata memiliki perawakan yang sangat berbeda dengan Burung Garuda. Rajawali adalah burung yang secara luas dianggap memiliki penglihatan yang sangat baik dibandingkan dengan manusia.


Nah, di artikel ini, bisa kita simpulkan sendiri apakah burung garuda yang menjadi lambang negara kita ini ada atau tidak? Jawabannya kalau menurut saya tidak ada.
Burung garuda, seperti yang dikatakan di atas, merupakan sebuah mitos belaka. Oke?!


Mungkin Aku Terlalu Banyak Berharap


Waktu merangkak dengan cepat, merangkak yang kita kira lambat ternyata bergerak seakan tanpa jerat. Semua telah berubah, begitu juga kamu, begitu juga aku, begitu juga kita. Bahkan waktu telah menghapus KITA yang pernah merasa tak berbeda, waktu telah memutarbalikkan segalanya yang sempat indah. Tak ada yang tahu, kapan perpisahan menjadi penyebab kegelisahan. Aku menjalani, kamu meyakini, namun pada akhirnya waktu juga yang akan menentukan akhir cerita ini. Kamu tak punya hak untuk menebak, begitu juga aku.


Buat aku, kamu itu.. Feels like home, seseorang yang membuatku nyaman bercerita, berbagi pengalaman, dan berbagi suka duka. Nyaman, seperti berada di rumah. Ke mana pun kita pergi, ke mana pun kita berpaling, kita akan tetap kembali kepadanya. Love you more and more -Dhimas Sandra Meirindu- :)

Movie List 2012


JANUARI
  • The Devil Inside
  • Beauty and The Beast (3D)
  • Haywire
  • Red Tails
  • Underworld: Awakening
  • One for the Money
  • Contraband
  • The Grey
  • Premium Rush
FEBRUARI
  • Journey 2: The Mysterious Island
  • Act of Valor
  • Ghost Rider: Spirit of Vengeance
  • This Means War
  • Tyler Perry's Good Deeds

Perpisahan


“Aku masih merasakan udara yang sama. Masih berdiam ditempat yang sama. Tapi yang kurasakan tak lagi sama, kesunyian ini bernama tanpamu.”

Sebenarnya, aku tidak pernah ingin semuanya berakhir. Saat semua terancang dengan hebat dan sempurna, saat perhatian-perhatian kecil itu menjelma menjadi candu rindu yang menancapkan getaran-getaran bahagia. Tapi, bukankah prediksi manusia selalu terbatas? Aku tidak bisa terus menahan dan mengubah sesuatu yang mungkin memang harus terjadi. Perpisahan harus terjadi, untuk pertemuan awal yang pasti akan memunculkan perasaan bahagia itu lagi.

Untukmu yang mungkin telah melupakan aku..


Surat ini khusus kualamatkan ke rumah hatimu, tempat yang pernah kukunjungi tapi tak pernah kutahu alamat detail dan daerah spesifikasinya. Entah mengapa, saat menulis ini, aku ingat kali pertama pertemuan itu terjadi. Aku ingat betul detail kalimat yang kau ucapkan sehangat desah angin. Aku tak melupakan peristiwa-peristiwa yang terjadi di antara kita. Dan.. aku selalu ingat bagaimana caramu dan caraku menikmati detik yang berganti menjadi menit. Bagaimana usahaku dan usahamu untuk menghargai menit yang berganti menjadi jam. Nyatanya, aku belum benar-benar membuang semua tentangmu dari otakku.

Jogja Menggila – 8 Mei 2012


Bs: Balado kawanlamo - Serempet Gudal 
02.44 PM

Waw.. akhirnya keinginan kembali ke Jogja kesampean juga. Setelah ditunda selama 1 minggu, gue beserta rombongan berangkat hari Selasa 8 Mei 2012.

Seru banget, perjalanannya seru, orang-orangnya juga seru, tempatnya seru, pokoknya semuanya SERU.
Gue berangkat juga nggak rame2 banget sih, Cuma ber-8 aja, karna emang mobil yang kita pake cukup muat buat orang 8, itu aja juga udah umpek2an. Hehe.

Tujuan pertama, ke Pantai Sundak. Pantainya bagus, pemandangannya keren, tapi sayangnya di sana nggak bisa buat berenang, Cuma bisa foto-foto aja, tapi suer airnya bening banget.

Lagi-lagi 5cm

Nggak tau gimana, yang pasti ini bukan suatu kesengajaan di mana angka 5 menjadi angka yang fenomenal buat gue. Kalo nggak percaya coba liat judul postingan gue sebelumnya, semua serba 5, atau jangan-jangan.. Angka 5 adalah kutukan buat gue, dimana setiap ada angka 5 gue selalu sial, padahal tanggal ulang tahun gue sendiri tanggal 5! Ah mulai ngaco gue!

Oke, gue mau cerita bagaimana 5cm yang satu ini. Postingan ini sangat berbeda dengan postingan sebelumnya, karna ini tentang kehidupan gue, dan bukan resensi sebuah novel. Bagaimana 5cm ini terjadi? Simak cerita di bawah ini..


Curhat Buat Sahabat

Sahabatku, usai tawa ini
Izinkan aku bercerita:

Telah jauh, ku mendaki
Sesak udara di atas puncak khayalan
Jangan sampai kau di sana
Telah jauh, ku terjatuh

5 cm

Maaf banget baru ngepost hari ini. Kemaren2 nggak ada mood buat nulis. Nggak tau kenapa, tapi emang lagi maleeeeess bangeeeeet.

Sekarang di rumah kegiatannya Cuma tidur, internet, film, makan, maen. Lama-lama bosen juga jadinya. Mood naek turun. Kenapa ya di saat liburan panjang ini gue masih memasang status single?

Lupakan single. Ujian gue kemaren Alhamdulillah lancar dan semoga jawaban yang gue pilih bener semua, dapet nilai min 8. Amin. Semoga SMA N I Ungaran lulus 100 %. AMIN. Semoga gue di terima di Unsoed/Undip Fak.Hukum. AMIN AMIN AMIN.

H-5 menjelang Ujian Akhir.


Deg2annya nambah, semangatnya nambah, tapi belajarnya jadi males. Tambah beteeeee banget. Padahal Cuma 6 mapel nggak kayak kalo lg UTS ada belasan. Banyak banget yang harus dibacaaa. Ngantuk Suntuk Batuk.

Jadi keinget doraemon. Waktu itu nobita mau ujian, terus doraemon ngasih roti pengingat. Coba aja doraemon bener2 ada di sini, gue bakal langsung minta roti pengingat 1 rim, terus gue makan sampe buncit.

Tapi kenyataannya nggak ada roti pengingat, yang ada sari roti, yang ada di ****mart sama ****mart.

Gila. Gue bingung mau cerita darimana, mungkin some of my friends taunya gue lahi seneng-senengnya beberapa hari ini. Tapi sebenernya dibalik itu semua, gue lagi stress bener2 stress. Pikiran gue kemana2 banget akkhir2 ini, banyak yg mesti gue kerjain, dan yaa.. perasaan gue beberapa hari ini kacau banget, naek turun, seneng sedih, curiga, cemas, sebel, stress..

Gue lagi ribet persiapan UAN sama daftar PTN. Ribet gila anjrit! Tiap hari kerjaannya ngurusin raport, fotocopy, tanda tangan kepsek, legalisir. Parahnya lagi gue nggak bisa ngerjain soal Tru Out pertama gue. Anjrit kuadrat!

Semoga postingan ini menyadari "orang-orang" itu.
(mungkin juga gue)

Iri. Kalo kata orang-orang, "iri tanda tak mampu"

Bagi gue, bukan berarti tak mampu. Tapi Belum mampu.


Ngiri.
Kalo kata agama, ngiri itu perbuatan yang nggak baik.


2011

Tahun yang bisa dibilang tahun yang paling banyak membuat gue berpikir lebih jauh kedepan dan mungkin merubah cita-cita gue.

Yup, bener banget,berubah hampir semuanya dari music.
Music yang aktif dari tahun 2008 kemarin, bener-bener merubah hidup gue 780 derajat, lo itung aja deh tu berapa kali muter.

Gue nggak nyangka hanya dengan ikut acara2 musik, jadi panitia acara music, apa yang ada di kepala gue, bisa jadi hal yang ngerubah hidup gue, temen2 gue, acara sehari-hari gue, gaya hidup gue, sampe cita-cita gue yang sekarang berubah. Apakah itu? Ada deh hihi.